Tips

6 Jenis Teknik Manual Brew yang Eksis dan Anda Bisa Di Coba Dirumah

Saat ini, mengkonsumsi kopi telah menjadi gaya hidup yang banyak diikuti oleh masyarakat di kota besar, salah satunya di Jakarta. Hal ini ditandai dengan banyaknya jumlah coffee shop yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta.

Sudah banyak coffee shop yang bermunculan di jakarta, tapi tidak sedikit dari coffee shop tersebut hanya berfokus untuk menyediakan berbagai cita rasa kopi. Teknik yang mereka sajikan dalam membuat kopi pun berbeda-beda. Berbeda cara penyajian saja, maka akan berbeda juga rasa kopi yang dihasilkan.

Nah salah satu teknik penyajian kopi yang sedang eksis di dunia perkopian adalah teknik manual brewing. Teknik manual brewing merupakan salah satu cara menyajikan kopi yang diseduh dengan cara manual, tanpa menggunakan mesin espresso dan sebagainya tapi memerlukan kertas penyaring khusus.

Beragam teknik penyeduhan kopi dalam metode manual brewing dapat anda coba sendiri dirumah. Berikut penjelasan beberapa macam teknik dalam metode manual brewing :

1. French Press (Coffee press)

French Press biasa disebut dengan coffee press. Teknik dalam penyajian kopinya dibuat menggunakan gelas khusus dan alat bantu yang berbentuk tabung lengkap dengan alat penekan dan saringan di dalamnya. Jika akan melihat bentuk gelas yang ada alat penekan di bagian tutup gelasnya, maka itu alat yang disebut French Press.

Cara penyajiannya dengan mendiamkan kopi sebentar selama kurang lebih 4 menit, dengan takaran 60 gr untuk 1 liter air. Setelah itu, tekan pada bagian atas perlahan sampai ampas kopinya tertekan ke dasar. Setelah itu segera tuangkan kopi ke dalam cangkir dan nikmati selagi masih fresh.

2. Pour Over (Drip)

Jika ingin menikmati rasa kopi yang lebih lembut, anda bisa menggunakan teknik Pour Over yang biasanya disebut Drip V60. Teknik manual brewing ini menggunakan alat berupa corong gelas berbentuk V dengan kemiringan 60 derajat dengan guratan-guratan di dalam corongnya.

Dalam penyajiannya, seorang barista akan menyiapkan cangkir, gelas/keramik V60, filter yang dialaskan pada V60, dan kattle yang berleher panjang. Waktu penyeduhannya sekitar 1 menit 30 detik – 2 menit 15 detik.

Dengan cara meletakkan V60 di atas cangkir, taruh kopi pada V60 sudah dilapisi filter, terakhir tuang air panas dari kattle dengan gerakan memutar. Gerakan memutar ini perlu dilakukan agar rasa kopi teraduk sempurna.

3. Aeropress

Sepeti yang kita tahu, teknik ini ditemukan pertama kali di tahun 2005. Alat yang digunakan ini seperti dua tabung yang disatukan. Teknik manual brewing ini, lebih praktis untuk anda yang suka traveling, bahannya juga tidak mudah pecah dan mudah dibawa di dalam ransel dan koper saat traveling.

Cara pembuatan kopinya pun menggunakan tekanan udara. Jika dilihat alatnya juga mirip dengan suntikan, seorang barista biasanya menekan kopi yang sudah diberi air panas hingga tersaring dan tersaji ke dalam cangkir. Beberapa barista melakukan teknik yang berbeda untuk mendapatkan cita rasa yang pas.

Ada yang mengaduk kopi hingga tiga kali saat kopi sudah dituang air panas, setelah itu menekannya dengan Aeropress. Sedangkan, ada juga barista lain menyarankan untuk mengaduk kopinya sebanyak sepuluh kali. Rasanya pun akan berbeda tergantung teknik yang digunakan.

4. Cold Brew

Cold brew bukan sekedar kopi hitam ditambah es atau kopi hitam yang didinginkan di lemari pendingin. Jika anda ingin membuat cold brew, anda akan membutuhkan waktu yang lama.

Sehingga saat anda ingin memesan cold brew di Coffee Shop sudah ada dalam keadaan ready stock, berbeda dengan kopi lain yang dibuat berdasarkan pemesanan.

Teknik Cold Brew ini membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam, menggunakan alat khusus, lalu kopi bubuk ditetesi air es sehingga air kopi akan masuk ke gelas penampung tetes demi tetes. Cara ini dapat mengurangi tingkat keasaman kopi. Uniknya rasa yang ditimbulkan adalah rasa buah atau kacang-kacangan, tergantung dari asal biji kopi.

5. Vietnam Drip

Vietnam Drip atau kopi tetes Vietnam juga membutuhkan waktu cukup lama untuk menunggu kopi turun ke cangkir—tetes demi tetes. Apabila anda menyukai rasa yang manis, anda bisa memasukan creamer kental di dalam cangkir. Kemudian letakan Vietnam Drip dan tunggu tetesan kopi memenuhi cangkir anda. Setelah itu silahkan dinikmati.

6. Tubruk

Teknik tradisional dari Indonesia, Tubruk. Biasanya kopi tubruk hanya dengan cara menuang kopi dalam cangkir, seduh dengan air panas, lalu diaduk. Tunggu beberapa saat hingga bubuk kopi mengendap ke bagian bawah. Apabila anda tidak suka dengan bubuk kopi, kamu bisa membuang ampas kopi yang mengendap menggunakan sendok kecil.

Setelah anda mengetahui tentang menyeduh kopi dengan teknik manual brewing, maka saatnya anda menyiapkan kopi specialty yang akan anda seduh.

Untuk mendapatkan rasa kopi yang nikmatnya tentunya tidak hanya mahir dalam teknik manual brewing tetapi kualitas kopi juga sangat mempengaruhi cita rasa dan aromanya.

 

Sumber :

https://pergikuliner.com/blog/5-teknik-manual-brewing-kopi-yang-paling-populer-saat-ini 

https://coffeeland.co.id/apa-itu-manual-brewing-hanya-sebatas-mennyeduh-kopi-sajakah/

https://food.detik.com/info-kuliner/d-4961436/9-teknik-manual-brew-yang-bisa-memudahkan-kamu-racik-kopi-di-rumah

https://www.superadventure.co.id/news/19665/mengenal-8-teknik-seduh-manual-brew-biar-makin-tahu-cita-rasa-kopinya/

Back to list

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.